Potret Keberagamaan di Indonesia

Buku ini berangkat dari refleksi atas keberagamaan di Indonesia. Memotret akar kekerasan yang menampilkan wajah agama dan abai terhadap dimensi kemanusiaan.

Kumpulan gagasan yang beragam dan reflektif atas kondisi sosial masyarakat beragama hari ini  ditulis oleh Aksin Wijaya bersama dua anak muda, yaitu Nur Rif’ah Hasaniy dan Tati Nur Pebiyanti. Buku yang diberi judul Berislam dengan Berkemanusiaan ini ditulis dengan gaya bahasa ringan, sehingga mudah dicernah oleh semua kalangan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Secara garis besar, tulisan yang ada dalam buku ini dibagi atas enam bagian. Tentu setiap bagian masih mempunyai tema yang senyawa. Jadi untuk memahami gagasan yang ditulis oleh Aksin dkk dianjurkan untuk membaca sampai akhir tulisan.

Membaca buku Berislam dengan Berkemanusiaan ini menyeret saya menelaah lebih jauh konsep keberagamaan yang disuguhkan oleh kelompok-kelompok yang hari ini justru berada di garis paling depan menyebut dirinya paling kafah dalam berislam.

Sebenarnya, banyak persoalan yang mesti direnungi dan terus dipelajari, lebih-lebih dari cara kita beragama dan bernegara. Alih-alih mau belajar dari sejarah Islam dan Indonesia, kelompok radikal justru memberikan ruang yang merugikan terhadap Islam.

Tinggalkan Balasan