Tradisi Ramadan
Geliat kaum muslimin di setiap daerah berbeda dalam menyikapi kedatangan tamu agung ini. Misalnya, di Madura terkenal istilah “tampaan” (hari pertama berpuasa Ramadan). Sebenarnya, tradisi tampaan tujuannya untuk menjalin sebuah kebersamaan antara satu keluarga dengan tetangganya. Untuk meraih nilai plus di bulan Ramadan ini, biasanya setiap rumah menanak nasi atau jajanan serta perihal lainnya berkaitan dengan kuliner khas Madura, dengan saling berbagi antara satu keluarga dan keluarga lainnya.

Maka dari sinilah timbul sebuah pertanyaan, apakah tradisi semacam ini mewakili rasa gembira atas kedatangan bulan suci Ramadan? Atau hanya menjadi tren belaka? Pertanyaan tersebut membuat penulis terus mencari referensi perihal tradisi tersebut.
Mengulik pertanyaan tersebut, penulis sepakat dengan pelestarian tradisi ini. Karena, dalam kehidupan di era digital ini, kebersamaan semakin terkikis, kapan lagi kalau tidak menyambut bulan Ramadan. Dan alhamdulillah, sampai saat ini tradisi ini masih melekat di masyarakat Madura dan sekitarnya. Tidak hanya itu, pondok pesantren pun meliburkan para santrinya pada bulan Ramadan sebagai bentuk apresiasi akan kedatangan bulan yang penuh berkat ini.
Melihat berbagai tradisi hidup di masyarakat, penulis menganalogikan Ramadan sebagai “madrasah rohani”, karena di dalamnya ada amalan puasa, bahkan pahala bernilai ganda. Misalnya, amalan sunah berpahala wajib, wajib tujuh kali lipat di luar bulan Ramadan. Selain itu, bulan Ramadan sebagai wahana penggemblengan jiwa-raga, bahkan seseorang dengan berpuasa di bulan Ramadhan bertambah sehat, sesuai dengan sabda Nabi, “Shumu tasihhu,” berpuasalah kamu, maka kamu sehat. Dari segi zahir, Ramadan mampu menyehatkan tubuh. Dari sisi batin, puasa mampu menenangkan jiwa.
Ramadan juga disebut sebagai ajang uji keimanan, imanan wa ihtisaban, sebagaimana sabda Nabi, “Barang siapa yang gembira dengan masuknya bulan Ramadan, maka ia dijamin masuk surga.” Kalau melihat sepintas makna hadis tersebut, insyaallah semua umat muslim punya harapan besar masuk surga-Nya.
