“Sudah ada 200 santri yang kami minta untuk jalani rapid test pada Sabtu kemarin,” kata Ketua Yayasan Pondok Pesantren Annur Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri. Di pondok ini ada sekitar 500 santri. Namun, yang mengikuti rapid test massal sekitar 200-an orang. Selebihnya, mereka menjalani rapid test mandiri.
Berdasarkan hasil rapid test massal tersebut, tak ada santri yang reaktif atau terindikasi terinfeksi Covid-19. Meskipun, semua santri telah menjalani rapid test dan hasilnya negatif, ditegaskan Ahmad Ustuchri, saat mengikuti kegiatan belajar di lingkungan pesantren, seluruh santri diwajibkan menaati protokol kesehatan.

“Kalau yang biasanya satu kamar diisi 10 orang, kali ini akan digunakan separonya saja,” katanya. Pihak pondok juga akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memberikan penyuluhan secara masif kepada santri. Sehingga, pemerintah daerah akan bisa melakukan pemantauan langsung ke pondok pesantren.
