agama dan budaya

Romantisme Agama dan Budaya dalam Bingkai Kebhinekaan

Masifnya gerakan Islam puritan dan budaya ketersinggungan menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah. Namun, potensi pecah belah bangsa harus dijadikan tanggung jawab semua pihak. Kemajuan bangsa tidak hanya dinilai dari seberapa tinggi investasi dalam negeri, namun juga seberapa konsisten menjaga romantisme agama dan budaya dalam bingkai kebinekaan.

Konflik di Timur Tengah seharusnya bisa dijadikan pelajaran tentang bahaya agama dijadikan alat untuk berpolitik (berkuasa). Potensi sumber daya alam dan laut Indonesia sangat besar untuk memakmurkan seluruh masyarakat. Kesejahteraan akan menjamin adanya keadilan sesuai yang dicita-citakan bangsa Indonesia. Namun, risiko perang saudara sangat mungkin terjadi sebagai strategi menguasai melimpahnya sumber daya di Indonesia. Menciptakan isu nasioanl yang berpotensi menjadi konflik dan peperangan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Masyarakat harus kembali mengagamakan budaya dan membudayakan agama seperti sedia kala. Mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dengan sikap moderat. Tidak mudah terprovokasi dan tersulut emosi menerima informasi yang belum tentu kebenarannya. Kecerdasan sebab melimpahnya informasi harus diimbangi dengan sikap kebijaksanaan dalam bersikap.

Agama adalah aspek fundamental bagi manusia, namun juga bisa menjadi malapetaka jika tidak mampu menguasainya. Agama harus dikembalikan sesuai ruhnya, tidak hanya sebatas manipulatif pakaian dan pergerakan atas nama Tuhan. Esensi dalam beragama adalah kemampuan memanusiakan manusia yang sudah tercermin dalam budaya bangsa Indonesia untuk disakralkan dalam Pancasila.

Peran pemerintah juga perlu mendapat perhatian agar tidak hanya berfokus pada pendapatan negara, namun juga harus mampu menjaga persatuan. Jangan sampai agama dan budaya yang seharusnya dijadikan pondasi kemajuan bangsa malah diprovokasi oleh tokoh dari pemerintahan itu sendiri. Pemerintah harus selalu memposisikan sebagai orang tua yang mengasuh dan menasehati anaknya yang berbeda cara pandang menyikapi sebuah kejadian.

Agama dan budaya memang punya peran strategis menjaga wibawa bangsa, namun instrumen lain harus juga meningkatkan kredibilitas lembaganya. Mulai dari penegakan hukum, keadilan, dan ketimpangan sosial. Agama adalah jiwa bangsa dan tubuhnya adalah budaya. Politik, sosial, hukum, ekonomi adalah pakaian yang menghiasai kehidupan yang ideal.

Tinggalkan Balasan