Dalam kondisi serba terbatas, Kiai Nisful Laila menabur impian baru: mendirikan sebuah pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Asy Syifa. Pesantren Asy Syifa. Pesantren ini dirintisnya dimulai dari bilik sederhana, dibangun dengan dukungan masyarakat sekitar, khususnya, warga desa Cumedak, Sumberjambe, Jember, Jawa Timur.
Beliau tidak hanya mengasuh santri yang tinggal di pesantren, tetapi juga membuka pintu bagi santri-santri dari desa-desa sekitar yang ingin belajar agama. Setiap sudut pesantren, meskipun sederhana, menjadi saksi ketulusan Kiai Nisful dalam menyebarkan ilmu.

Hari-hari Kiai Nisful diisi dengan mengajar. Selain mengasuh santri yang menetap di pesantren, setiap sore-malam beliau menerima santri dan tamu, baik yang dari dari lingkungan sekitar maupun dari luar daerah.
Masyarakat sekitar menjadikannya sebagai rujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Dengan penuh kesabaran, beliau mendengarkan keluh kesah tamu-amu yang datang silih berganti dan memberikan nasihat bijak yang mampu meredakan kegundahan.
Peran Kiai Nisful Laila Iskamil dalam masyarakat juga sangat nyata. Beliau sering menjadi penengah dalam perselisihan antarwarga, membantu mereka menemukan jalan keluar dengan penuh kebijaksanaan. Ketika ada warga yang sakit, Kiai Nisful selalu hadir untuk memberikan doa dan dukungan. Ketika musibah menimpa, beliau senantiasa mengulurkan tangan, baik dalam bentuk doa maupun bantuan materi.
Kepedulian Kiai Nisful juga mencakup aspek ekonomi. Beliau mendorong warga sekitar untuk mandiri secara ekonomi. Mengajarkan mereka cara berwirausaha dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Nasihat-nasihat beliau membuat banyak warga mampu memperbaiki taraf hidup mereka.
Tidak hanya melalui lisan dan perbuatan, Kiai Nisful juga berdakwah melalui tulisan. Bagi beliau, menulis adalah salah satu bentuk dakwah yang penting, bahkan wajib. Melalui tulisan, ilmu bisa menjangkau lebih banyak orang dan menjadi warisan yang tak lekang oleh waktu. Karya-karya beliau tidak hanya membuka pintu pengetahuan bagi pembacanya, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Buku-buku karya Kiai Nisful yang sudah diterbitkan, antara lain, Ziarah Agung (2013), Ziarah Agung 2 (2022), Sekapur Sirih Penyembuh Luka (2021), Meretas Takdir, dan Menggapai Husnulkhatimah.
