Ilustrasi Kegiatan Ilmiah

Sekilas Pergeseran Paradigma Peradaban Islam

Negara-negara Barat mulai menunjukkan kemajuan peradaban semenjak munculnya gerakan sekularisasi yang memisahkan secara ketat antara agama dan perkara dunia seperti ilmu pengetahuan. Gerakan sekularisasi ini berorientasi pada pembebasan metode pengkajian ilmu dari dogma-dogma gereja. Dogma gereja tersebut dianggap sebagai penghalang bagi kemajuan peradaban keilmuan itu sendiri (Pratiknya: 1986, 9).

Adapun dunia Timur, terkhususnya yang dimaksud adalah umat Muslim, dianggap mundur justru karena menjauhi agamanya. Seperti pada contoh kemajuan peradaban Islam pada abad VIII sampai dengan abad XVII Masehi dan menjadi acuan bagi dunia Barat pada umumnya (Pratiknya: 1986, 9).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada masa itu umat Muslim berhasil membawa peradaban dan perkembangan ilmu terlepas dari kritik al-Ghazali yang mengatakan bahwa kemajuan tersebut juga mengandung kecacatan terutama pada aspek teologis.

Bacaan:

Al-Ghazālī, I. (1966). Tahāfut al-Falāsifah. Kairo: Dār al-Ma’ārif.

Kuru, A. T. (2020). Islam, Otoritarianisme, dan Ketertinggalan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Pratiknya, A. W. (1986). “Maju Karena Meninggalkan Agama”, dalam Islam Multidimensional. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Pengembangan dan Teknologi.

Rahman, O., & Rahman, M. G. (2020). “Tafsir Ideologi: Bias Ideologi dalam Tafsir Ideologi  Sunni, Muktazilah, dan Syiah.” Journal Hukum Islam, 1(2).

Rusyd, I. (2021). “Filsafat Islam dan Masalah Kemunduran Peradaban Islam”. Jurnal Al-Aqidah, 13(2).

Tinggalkan Balasan