Surga Maya

“Di mana Anda mengenalnya? Dan siapa Anda?”

“Saya mengenalnya di suatu tempat. Tidak penting siapa saya. Tapi saya berani bersaksi bahwa dia memang orang baik.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Oh, semoga…”

Cerita yang hampir sama juga pernah dituturkan orang secara samar. Suatu hari, di pinggiran kota, ada seorang perempuan mati. Hanya segelintir orang yang sudi melayat. Itu pun hampir semua adalah keluarganya. Rupanya, perempuan yang mati itu diketahui sebagai pelacur. Orang-orang merasa risih untuk datang. Yang laki-laki takut dikira pernah menggunakan jasanya. Yang perempuan takut dianggap sebagai sebangsanya.

Tapi di sanalah ia, sosok yang bagai siluet itu, hadir sebagai pelayat. Keluarga si mayat terheran-heran ada sosok perempuan asing datang melayat.

“Apakah Anda temannya?” tanya salah satu keluarga si pelacur itu.

“Ya, saya adalah temannya,” jawabnya mengangguk pelan.

Yang bertanya mengangguk-angguk pelan sembari tersenyum penuh arti.

“Di mana Anda mengenalnya? Dan siapa Anda?”

“Saya mengenalnya di suatu tempat. Tidak penting siapa saya. Tapi saya berani bersaksi bahwa dia memang orang baik.”

“Ya, ya, semoga…”

Tinggalkan Balasan