Seraya membawa se-lenjer bambu, senang-senang iba ia menghampiri pohon pisang yang tumbuh di pojok kanan pekarangan depan rumahnya. Senang karena pohon itu membuahkan epek pisang…
View More Pengakuan Sebatang Pohon PisangPopuler
“Saya Pakai Suket, Bukan Ijazah”Semasa kuliah, saya bukan mahasiswa istimewa. Tapi di akhir masa perkuliaha...
PUISI-PUISI PERINDUSELENDANG RINDU Pada ufuk yang memerah, aku kabarkan rindu menjejak nurani...
Agama di Tengah Budaya PencitraanAda masa ketika seseorang pergi ke masjid, mengikuti pengajian, bersedakah...
Gus Dur dan Ingatan 1965: Dosa Tidak Bisa DiwariskanSetiap akhir September, G30S/PKI kembali diorbitkan dalam atmosfer ingatan...
Trending
“Saya Pakai Suket, Bukan Ijazah”Semasa kuliah, saya bukan mahasiswa istimewa. Tapi di akhir masa perkuliaha...
Ketika Adab Membuat Kita Berhenti Berpikir KritisSalah satu hal yang paling kuat dalam tradisi pesantren adalah penghormatan...
Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd, Dua Jalan Menuju Fikih BaruPerkembangan dunia modern menghadirkan tantangan baru yang semakin kompleks...
