Takziran, Hukuman atau Berkah?

Sekarang, misalnya, jika mendengar ada seorang santri disuruh mengambil air di sungai atau sumur yang jaraknya cukup jauh dari rumah sang kiai, mengurus ternak, membuat kandang ternak, dan lain-lain sebagainya, kita mungkin akan berasumsi bahwa santri tersebut sedang mejalani hukuman. Di zaman dahulu, hal-hal demikian adalah sesuatu yang wajar dilakukan dengan sukarela oleh para santri sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan.

Begitu pula pukulan dan cambukan sebagai salah satu bentuk takzir atau hukuman bagi santri yang melanggar peraturan. Pada zaman itu, bentuk hukuman seperti itu dianggap wajar, dan mendapat dukungan dari wali santri.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jika kita bertanya kepada ustadz, kiai, dan orang tua yang pernah merasakan bangku pesantren tentang hal ini, kurang lebih mereka akan tertawa dan berkata, “Itu semua adalah berkah, jika bukan karena itu, saya tidak akan mungkin menjadi (baik) seperti ini.” Dan hal ini dapat mereka jadikan candaan ketika bertemu kembali dengan teman atau kiai mereka.

Tinggalkan Balasan