TATA BAHASA RINDU

SHOROF CINTA

Masdarku kamu—
kau pasti tahu, aku bentuk
yang bisa ditashrif darimu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Musytaq aku, musytaq aku—
kehendak bukan milikku.

Musytaq aku, musytaq aku.
Semoga jadi tashrif baru.

Maret 2026.

BOLEHKAH SANTRI MERINDU

Di liburan ini, aku belajar
menjadi huruf illat,
Kadang harus dibuang
demi ringannya pengucapan,
atau disukunkan
agar tak gaduh dalam penantian.

Kemarin telah kucoba menimbang rasaku
pada wazan-wazan lama,
mencari pola yang pas untuk menyebutkan
namamu tanpa jeda.

Apakah aku harus menjadi fa’ala
yang bekerja nyata,
ataukah fa’ula yang menjadi sifat,
menetap selamanya?

Kalau memang perlu
jamid saja selamanya,
setidaknya masih tegas bermakna.

Maret 2026.

BINA’

Aku bukan perubahan—
aku adalah ketetapan
yang kau bangun di atas karang.

Meski badai ’amil datang,
dan musim mengubah barisan
wajah semua orang,

Aku tetap mabni—
diam, membeku, mencintaimu
dengan harakat yang sama
sejak alif pertama kali kaueja.

Maret 2026.

SAKTAH HATI

Berhenti—
tapi jangan putus napas.

Antara aku yang mencinta
dan kau yang dicinta,
ada jeda tanpa suara.

Satu ketukan yang diam,
agar harakat kita
tak saling bertabrakan.

Mungkin serupa napas panjang yang diambil
agar mampu menyelesaikan bacaan,
menjelma tanwin yang menghilangkan nun harapan.

Biarkan aku hidup
menyatu pada nyaring bunyimu.

Di sinilah tempatku:
di antara dua kata yang kauucap,
aku adalah hening yang kaucecap.

Maret 2026.

MAJAZ TANPA PANGKAS

Ada konsep bernama musyakalah—
Aku bilang: iya, baik-baik saja.

Padahal maksudku berbeda—
aku hanya tidak punya kata lain
untuk menyebut sesuatu yang dilihat
dari sudut yang tidak kuminta.

Mungkin semua perasaan pada akhirnya majaz—
tidak pernah persis dengan aslinya,
selalu sedikit meminjam dari kalam lain
yang lebih berani bersuara.

kita tahu bahwa keindahan kalimat
bukan pada yang diucapkan—
melainkan pada ruang di antara kata dan suara
yang sengaja dibiarkan hampa.

Tak sanggup mengutarakannya.
Aku tahu ‘Selesai’ adalah kata
yang paling sering kita musyakalahkan,
cara paling tepat untuk melipat waktu kebersamaan,
dan tutur paling sopan untuk menghentikan.

Pesantren, lagi
dan lagi aku
memilihmu.

Maret 2026.

Tinggalkan Balasan