Sastrawan senior Taufiq Ismail menghadiri acara Semaan Puisi edisi ke-136 yang digelar di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Taufiq mengaku sangat terharu acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri penyair lintas generasi.
Semaan Puisi edisi ke-136 ini memang mengusung tema “Taufiq Ismail: Perjuangan, Karya, dan Penghargaan.” Berbeda dari penyelenggaraan rutinnya yang biasanya berlangsung setiap Kamis malam di Al-Zastrouw Library x adakopi satulagi, Semaan Puisi edisi khusus ini menjadi ruang untuk membaca, mendaras, sekaligus mendiskusikan karya dan perjalanan panjang Taufiq Ismail dalam kesusastraan Indonesia.

Acara diawali penampilan penampilan khusus Hadrah Banjari Assalam asal Depok, Jawa Barat. Kemudian, pembacaan tahlil yang dipandu Syibran Malasi. Setelah itu, Taufiq Ismail tampil membacakan salah satu puisinya.
Rangkaian acara selanjutnya diskusi tentang sosok Taufiq Ismail dan pembacaan puisi-puisi karya sang sastrawan. Narasumber yang hadir adalah Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, S.Ag., M.Si., Dr. Ganjar Harimansyah, Angin Kamajaya. Diskusi dimoderatori oleh Mahwi Air Tawar.
Sebelum dan sesudah diskusi dimeriahkan penampilan para penyair lintas generasi yang membacakan puisi-puisi Taufiq Ismail. Mereka adalah Jose Rizal Manua, Ngatawi Al-Zastrouw, Fikar W. Eda, D. Kemalawati, Fatin Hamama, Devie Matahari, Helvy Tiana Rosa, Anzar Mustikowati, Octavianus Masheka, Imam Maarif, Beni Satria, Gilang Eka Sulaeman, dan Ario Srengenge.
Di akhir acara, secara khusus Taufiq Ismail mengungkapkan keharuannya melihat acara dihadiri sekitar seratusan pegiat sastra dan seni.
“Saya sangat terharu, acara ini berlangsung sukses dan meriah, yang mempertemukan saya dengan para sastrawan yang begitu banyak. Rasanya sudah lama tidak acara seperti ini,” ujar Taufiq Ismail dengan mata berkaca-kaca.
Taufiq Ismail juga mendorong agar acara-acara bidang kesusastraan makin berkembang. Acara Semaan Puisi kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
