Catatan Alumni, Teruntuk Temanku Dahulu Di Pesantren

TERUNTUK TEMANKU DAHULU DI PESANTREN

Dulu kita sekamar bercerita tentang umat
kini, menata hidup sendiri saja kita sekarat
Kita perlahan dihinggapi rayap kota menggerogoti
mimpi-mimpi santri yang mulai membusuk dan lembab
Hingga pada titik bosan yang mahadahsyatnya
saat ketimpangan ada di depan mata
kita tak bisa berbuat apa-apa
(yang paling parah)
kita tak mau berbuat apa-apa
Duduk di kedai kopi di dunia luar bersamamu saat itu,
menunggu petang tiba-tiba
membutatuli nurani
seperti biasa, sedari dulu
kita telah menjadi penonton yang patuh.

Tinggalkan Balasan