Tradisi Masa Taaruf Santri Baru

Kamar di pesantren saya dulu bernamakan pejuang perempuan islam pada masa Nabi Muhammad SAW, yaitu di antaranya Safanah binti Hatim, Sumayyah binti Khayyat, Syaima’ binti Al-Harist As-Sa’diyah, Nusaibah binti Ka’ab, dan lainnya yang bahkan saya juga belum mengenal nama itu dalam sejarah.

Ternyata nama-nama itu begitu penting dan terkenal di kalangan umat islam. Saya yang baru mengetahui sejarahnya saat itu menjadi kagum dan terharu dengan pengorbanan dan perjuangan muslimah-muslimah itu semasa perang di zaman Nabi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Setelah meengikuti semua MASTA selama tiga hari, kegiatan yang terakhir adalah penutupan. Ada kegiatan selawatan dan juga pembagian hadiah untuk peserta yang aktif. Sebelum itu pengurus meminta buku catatan santri baru dikumpulkan. Dan ternyata adalah untuk pengcekan siapa yang aktif mencatat dan bertanya saat sesi materi berlangsung. Saya mendapatkan hadiah kala itu karena saya termasuk yang paling penuh buku catatannya.

Masa taaruf mengajarkan saya untuk mengenal sesuatu lebih dalam di awal masa mondok. Bukan hanya menilai dari asumsi semata atau pendapat publik yang bahkan belum tentu benar dan belum saya ketahui kebenarannya. Saya menjadi paham dan mengerti tentang kehidupan pesantren setelah merasakan dan menjalani kehidupan di pesantren, karena pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup ini.

Wallahua’lam Bisshawab.

Tinggalkan Balasan