Tumbal

***

Prapto menjabat tangan AKP Heru, Kasat Reskrim. Ia mempersilakan Prapto duduk.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Menurut hasil indentifikasi visum et repertum, korban kehilangan hati dan ginjalnya. Ini merupakan kasus baru yang terjadi,” ujar Heru.

“Kemungkinan ini adalah sindikat internasional yang baru melakukan kegiatan ini di Indonesia.”

“Benar Pak. Biasanya ini terjadi di negara India, Pakistan, dan Afrika. Umumnya yang terjadi di indonesia human trafficing. Mereka diambil organ tubuhnya di luar negeri. Sepertinya mereka menyasar Indonesia untuk memenuhi supply yang meningkat di kawasan Asia.”

“Apa saya bisa membantu kepolisian untuk mengunggap kasus ini?”

“Kami merasa sangat senang jika Bapak membantu kami.’

“Baik, saya akan meminta izin Bareskrim jika pihak Polres mengizinkan saya.”

***

Romi melihat jam di tangannya, waktu menunjukan pukul 20.30.

“Tunggu sebentar ya Pak! Hasil lab masih dalam proses. Coba saya cek sekali lagi. Nanti jika sudah keluar mohon serahkan Dokter Herman,” permintaan perawat.

“Ya Bu.”

Usai bertanya, perawat itu meninggalkan Romi kemudian memasuki ruang laboratorium untuk petugas hemodialisis.

“Bagaimana hasil tes pasien Herman, sudah keluar?”

“Sudah, Bu.”

“Bisakah saya melihatnya?”

Petugas jaga itu pun mengambil map kemudian menyerahkan kepada perawat tersebut. Setelah membaca dengan saksama ia pun tersenyum.

“Terima kasih, Pak.”

“Sama-sama, Bu Har.” Pak Mul menerima pengembalian hasil lab Romi. Dengan cepat Bu Har mengeluarkan gawainya. Lalu menuliskan pesan: Aku telah menemukan target transplantasi dengan kualifikasi sesuai dengan pemintaan Anda.

***

Prapto menerima telegram dari Bareskrim yang menyatakan bahwa dirinya ditugaskan kembali untuk membantu penyidikan kasus pembunuhan beruntun yang terjadi di wilayah Polres yang dipimpin oleh Kombes Munif. Di sebuah kantin yang berada di samping halaman Polres, Prapto menunggu Munif dan Heru. Ia mengeluarkan sebatang rokok kemudian menyulutnya untuk membunuh waktu menunggu.

“Saya mohon maaf datang terlambat karena ada korban baru pembunuhan,” Heru menyodorkan foto korban.

“Adakah saksi yang melihat kejadian tersebut?” tanya Prapto.

“Belum ditemukan saksi. Sementara ini masih proses penyelidikan dengan mencari saksi dan barang bukti.”

“Pencurian organ tubuh manusia tidak mungkin terlepas dari keterlibatan tim medis. Coba kita tanya keluarganya, apa pernah Herman melakukan general cek up? Bisa juga kemungkingan data hasil lab hemodialisis dicuri oleh sindikat ini. Transplantasi organ harus memenuhi berbagai syarat, salah satunya kecocokan golongan darah.”

“Kami memerlukan bantuan Anda, Pak, untuk mengungkap sindikat ini. Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada senior, saya menugaskan Bapak untuk menyelidiki kasus ini,” kata Munif.

“Siap, Komandan. Izinkan saya bertugas dengan tetap menjadi orang sipil. Saya akan membantu AKP Heru agar lebih leluasa menyelidiki kasus ini.”

***

Tinggalkan Balasan