Ukhuwah, Dalil dan Penerapannya

Dan pada akhir bab disebutkan dalam hadits Jarir Ibn ‘Abd Allah, dari Nabi bersabda, “Man La Yarham La Yurham.” Artinya, barang siapa tidak mengasihi, maka tidak dikasihi.” Selain mengasihi manusia dan binatang, Nabi juga menjelaskan bahwa dua orang yang saling mencintai karena Allah, sebagai sebuah cinta yang tulus, akan mendapat perlindungan di hari kiamat.

Sementara itu, fondasi persaudaraan untuk sesama anak bangsa (ukhuwah wathaniyyah) didasarkan pada al-Quran, surat Al-Maidah ayat 48, yang artinya: “Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” Bahkan, Piagam Madinah yang dirumuskan oleh Nabi saat memimpin Madinah juga mencerminkan soal ukhuwah wathaniyah ini.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menjalin dan membangun persaudaraan, ukhuwah, itu wajib dilakukan tidak terbatas hanya dengan dan antar-sesama muslim. Melainkan juga dengan sesama manusia atau makhluk lain, baik muslim maupun nonmuslim. Menjalin dan membangun persaudaraan, ukhuwah, juga wajib dilakukan demi utuhnya sebuah negara bangsa. Yang islami bukan hanya yang ukhuwah islamiyah, tapi juga semuanya.

Dengan adanya ukhuwah yang menyeluruh, baik itu ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariah, maupun ukhuwah wathoniyah, dapat menjadikan kehidupan seseorang menjadi lebih kuat dengan saling bantu-membantu. Jika ajaran ini diterapkan, maka bangunan sosial kemasyarakan dan kebangsaan akan menjadi lebih baik.

One Reply to “Ukhuwah, Dalil dan Penerapannya”

Tinggalkan Balasan