Ziarah Ponpes Nurul Huda, Menyusuri Jejak Masyayikh Sukabumi

Tak berhenti sampai di situ, rangkaian ziarah terus berlanjut ke Pondok Pesantren Sabilul Huda yang didirikan Almaghfurlah KH Moch. Abdulloh Kosasih. Kemudian, rombongan pun berlanjut menuju Pondok Pesantren Miftahussa’adah yang berdiri sejak tahun 1920 dan didirikan Almaghfurlah KH Ahmad Junaedi. Saat berada di lokasi ini, hujan pun mulai turun, menambah suasana khidmat dan syahdunya lantunan zikir serta doa yang dipanjatkan oleh para guru dan santri. Suasana tersebut menjadi pengingat bahwa ziarah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hujan yang terus turun mengiringi perjalanan ziarah menuju lokasi terakhir, yaitu Ponpes Siqoyaturrahmah yang didirikan Almaghfurlah KH Muhammad Mudrikah Hanafir—yang kerap disapa dengan Ama Siqoy—pada tahun 1972. Ama Siqoy wafat pada 7 April 2023, bertepatan pada hari Jumat dan malam Nuzulul Qur’an, sebuah momentum yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Islam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Rencana yang Tertunda

Awalnya, ziarah direncanakan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Syamsul ‘Ulum Gunung Puyuh yang didirikan Almaghfurlah Mama Ajengan KH Ahmad Sanusi pada tahun 1933. KH Ahmad Sanusi dikenal sebagai ulama besar dan pahlawan nasional asal Sukabumi yang turut berperan penting sebagai bagian dari anggota BPUPKI serta memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaaan dan pengembangan pendidikan Islam. Namun, karena hujan semakin deras dan para santri pun telah basah kuyup, akhirnya rangkaian ziarah pun diakhiri di Pondok Pesantren Siqoyaturrahmah.

Tinggalkan Balasan