Pondok-pondok pesantren di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, siap menerapkan “New Normal”, dengan siap kembali menerima kedatangan santri lama dan santri baru di masa pendemi. Namun, seluruh kegiatan di lingkungan pesantren akan dilaksanakan dengan mengacu pada protokol Covid-19.
Kepastian “New Normal” pesantren di Banyuwangi mengemuka dalam rapat gabungan yang diinisiasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Banyuwangi, Minggu (31/5/2020). Rapat yang berlangsung di aula gedung PC NU ini diikuti para kiai pengasuh pesantren di Banyuwangi, pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, dan perwakilan dari Kepolisian Resor Kota Banyuwangi.

Sedikitnya ada 35 pengasuh pondok pesantren yang hadir, di antaranya adalah KH Zainullah Marwan, KH Abdul Ghofar, KH Ali Hasan Kafrawi, KH Husaini Hafiz, KH Ruchin Abi Hidayat, KH Achmad Siddiq, dan sejumlah gus atau putra kiai dari pesantren-pesantren di Banyuwangi.
Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua PCNU Banyuwangi KH Ali Makki Zaini ini, diketahui seluruh pondok pesantren siap menerapkan “New Normal”, memulai kembali aktivitas belajar mengajar di lingkungan pondok dengan menerapkan protokol kesehatan.
