Kebenaran sejati tidak bisa diwariskan layaknya sebidang tanah; ia menuntut untuk dicari dan direbut. Selama kita beragama murni karena nasib genetis, ritual ibadah kita hanyalah gerak-gerik sosiologis yang miskin makna. Inilah saatnya memiliki keberanian intelektual untuk mempertanyakan keyakinan kita, menelanjanginya dari selimut dogma tradisi yang membeku. Tuhan semesta alam tidak membutuhkan histeria pembelaan dari para penganut yang membeo.
Sebab pada akhirnya, Tuhan yang berhasil ditemukan setelah seseorang berani melewati badai pemikiran kritis dan keraguan, akan terasa jauh lebih hidup dan berdaya ubah dibandingkan sekadar Tuhan dari dongeng penghantar tidur orang tua kita.

Daftar Pustaka
Al-Ghazali, Abu Hamid. (2012). Penyelamat dari Kesesatan. Jakarta: Penerbit Zaman.
Hardiman, F. Budi. (2007). Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kierkegaard, Søren. (2016). Takut dan Gemetar. Yogyakarta: Penerbit Basabasi.
Madjid, Nurcholish. (1992). Islam, Doktrin dan Peradaban. Jakarta: Paramadina.
