Asiah: Wanita Beriman di Selingkar Istana Kafir

Mendengar ketegasan istrinya, amarah Firaun semakin memuncak. Maka diperintahlah para algojo untuk menyiksa Asiah dengan berbagai siksaan. Meski demikian, Asiah tetap teguh pada pegangan keyakinan. Allah adalah satu-satunya zat yang harus disembah. Bukan Firaun, bukan pula lainnya.

Di tengah-tengah siksaan yang teramat sangat, Asiah berdoa kepada Allah. Doa wanita suci ini diabadikan di dalam al-Quran. Sebentuk bangunan rumah di surga jauh lebih menarik daripada siksa dunia yang tidak seberapa.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Ya Rabbku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS. at-Tahrim: 11)

Allah mengabulkan doa Asiah. Sekejab, di saat siksa mendera, ruh Asiah pun diangkat ke langit. Disambut oleh para malaikat yang berbaris sebagai bentuk penghormatan atas jiwa suci yang teguh mempertahankan keimanan.

Demikian kisah singkat Asiah, wanita tangguh yang sanggup menanggung siksa untuk mendapatkan karunia Allah. Di sisi-Nya, kehidupan abadi sebesar-besar nikmat saat berjumpa dengan Tuhannya. Keimanan tidak dapat ditukar dengan nilai harta, sebesar apa pun harta yang disuguhkan kepada kita. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah Asiah ini. Aamiin! Wallahu A’lam!

Tinggalkan Balasan