Belajar Menjadi Pemimpin dari Umar bin Khattab

Mengapa kita memerlukan pemimpin dengan sifat pemberani? Karena tanpa sifat berani, seorang pemimpin tidak akan mampu mencalonkan diri dan tak mampu mengambil risiko sebagai seorang pemimpin. Sebab, menjadi pemimpin memiliki tanggung jawab dan risiko yang besar. Maka, berani adalah sifat dasar yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin.

Sifat dari Sayyidina Umar kedua yang patut kita teladani adalah sederhana. Dalam sebuah cerita, pernah disebutkan, seorang prajurit Romawi mendapat mandat untuk menemui pemimpin agama Islam yang kala itu berada di bawah kepimpinan Khalifah Sayyidina Umar bin Khattab. Sesampainya di Jazirah Arab, prajurit Romawi tersebut kebingungan, karena ia tak menemukan rumah yang mewah atau bahkan kerajaan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Setelah ia bertanya di mana kediaman Sayyidina Umar, ia pun terkejut, karena Sayyida Umar, sang khalifah umat Islam, hanya memiliki gubuk kecil sebagai tempat tinggalnya, pakaiannya sederhana, dan sama sekali tak menunjukkan seorang pemimpin besar. Sifat sederhana penting dimiliki oleh seorang pemimpin, karena jelas, jabatan dan kekuasaannya murni digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat, dan dapat diketahui bahwa ia memimpin dengan ikhlas dan tanpa pamrih.

Tinggalkan Balasan