Berkhidmah versus Mengaji

Menjadi santri adalah status seumur hidup. Catat baik-baik di otak: pengabdian atau khidmah bukanlah alasan untuk berhenti memutar otak. Justru, khidmah adalah cara Allah menguji apakah ilmu yang kita pelajari hanya menempel di lidah atau sudah meresap ke dalam hati dan tindakan.

Ingatlah pesan para masyayikh yang selalu diulang-ulang:

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

العلم بالتعلم، والبركة بالخدمة، والمنفعة بالطاعة

Artinya: “Ilmu didapat dengan belajar, keberkahan didapat dengan pengabdian, dan ilmu yang bermanfaat didapat dengan ketaatan.” Ketiganya adalah tiga bagian yang harus berjalan secara bersamaan agar seorang santri bisa terbang menuju rida-Nya.

Jadi, untuk para santri yang sedang lelah mengurus organisasi pondok, yang matanya mengantuk saat rapat pengurus, atau yang tangannya kasar karena ro’an (kerja bakti): jangan meletakkan kitab. Bacalah meski hanya satu baris sebelum memejamkan mata. Karena barangkali, di baris itulah letak futuh (keterbukaan hati) yang selama ini kamu cari. Jangan sampai nanti ketika ditanya malaikat di kubur, “Maa kitabuka?” (Apa kitabmu?), kita malah menjawab, “Maaf Malaikat, kemarin sibuk mengurusi sound system acara haul, jadi belum sempat baca kitab lagi.”

Selamat mengabdi, selamat mengaji.

Tinggalkan Balasan