Di ruang diskusi duniasantri, kami sering menertawakan hal-hal serius dan, sebaliknya, serius mendiskusikan hal-hal lucu.
Dalam suatu obrolan, sambil lalu kami mendiskusikan kemajuan teknologi komputasi digital sampai tahap 4.0, yang didaku sebagai puncak kecerdasan manusia. Di antara kami ada yang nyeletuk, “Itu semua karena ditemukannya angka nol.” Dan kami mengamininya.

Seorang dari kami, yang kebetulan lulusan jurusan matematika Institut Teknologi Bandung, menjelaskan kehebatan angka nol itu sehingga melahirkan rumus-rumus canggih ketika bertautan bertalian dengan bilangan-bilangan lain.
“Tapi tahu tidak, nol itu apa, bilangan apa?” tanya seorang dari kami.
“Setahu saya, bilangan itu kalau tidak genap ya ganjil. Kalau tidak negatif, ya bilangan positif. Kalau…”
Ketika sarjana matematika itu masih mencoba mencari-cari jawaban yang pas, di antara kami ada yang nyeletuk lagi, “Nol itu bilangan syariah, tahu ….”
Ruang diskusi duniasantri bergetar oleh ledakan tawa kami.
