Artinya, kehadiran duniasantri diharapkan dapat menjadi medium dalam menyemai narasi-narasi damai, toleran, ramah dan lain-lain, khususnya di dunia maya.
Tumpuan pengharapan kepada media duniasantri sebagai medium penyemai narasi damai ini bukan tanpa alasan. Pertama, duniasantri tak sekadar media online berbasis keislaman dengan mempromosikan kajian-kajian Islam ramah, toleran, dan moderat. Tetapi juga, ia memiliki slogan yang kemudian menjadi visi utama duniasantri, yakni “Membangun Negeri”.

Ini berarti, kehadiran duniasantri bukan hanya untuk melestarikan dan merawat khazanah keislaman klasik yang kemudian dikontekstualisasikan pada kehidupan kiwari. Akan tetapi, ia berupaya hadir untuk menjadi ‘pagar betis’ atau ‘benteng pertahanan’ negara Indonesia dari pelbagai rongrongan dan ancaman yang mengitarinya demi tegaknya kesatuan dan keutuhan bangsa.
Kedua, para kontributor media duniasantri nyaris kesemuanya berasal dari kalangan pesantren, baik santri aktif maupun alumni, walaupun ada sebagian yang bukan dari kalangan pesantren. Hingga per 22 Agustus 2022, ada sekitar 1.155 santri yang terdaftar sebagai kontributor kendati ada sebagian yang belum aktif dalam mengirimkan tulisan.
Yang pasti, tingkat kepercayaan kepada duniasantri begitu tinggi. Kenyataan ini menunjukkan bahwa duniasantri memiliki daya tarik tersendiri kepada khalayak. Ketertarikan khalayak tersebut dipicu oleh gaya, sumber, dan perspektif tulisan yang disuguhkan duniasantri, yakni berasal dari santri (baca: tulisan duniasantri.co).
