Hal yang sama juga diungkapkan Kang Jamal. “Ini akan menandai era baru generasi penulis santri, dari tradisional ke modern,” kata sastrawan asal Madura, yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison, ini.
Bang Fachry melihatnya sebagai gejala yang menarik untuk dianalisis lebih dalam, lebih tajam. Bang Fachry juga melihat, kaum santri, kaum Nahdliyyin, telah berkembang menjadi kekuatan yang paling berpengaruh di Indonesia, baik di bidang intelektual maupun politik.

“Sebelum dirusak rezim penguasa selama dekade terakhir ini,” ungkapnya, disambut tawa kami.
Bang Fachry kemudian membuka-buka dokumen yang kami siapkan: “Analisis Korpus 5000 Tulisan Santri”. Mei lalu, duniasantri.co memang telah merilis 5000 tulisan santri. Itulah yang rencananya akan kami seminarkan pada akhir September nanti, sebagai bagian dari Festival Dunia Santri 2026. Dan, kami bermaksud mengundang Bang Fachry sebagai narasumber, untuk membedah alam pikiran santri berdasarkan Korpus 5000 tulisan santri tersebut.
Alhamdulillah, Bang Fachry berkenan memenuhi undangan tersebut. Akan sangat menarik mengikuti analisisnya terhadap perkembangan intelektual kaum santri nanti. Saya sendiri tak sabar menunggu.
Bang Fachry memang jago menyenangkan tetamunya. Ketika di antara kami sudah menunjukkan bahasa tubuh hendat pamitan, lelaki Aceh ini malah bernyanyi. Nyanyian yang pernah diajarkan gurunya ketika SD, dilengkapi dengan cerita lucunya. Lalu beralih ke selawat Asygil dan lir Ilir. Dan minta direkam video.
“Nanti akan saya unggah di medsos, biar dikira sedang ada pertemuan konspirasi menjelang Muktamar NU, ha-ha-ha,” kami semua tertawa.
Kami akhirnya juga janjian untuk bersama-sama di arena Muktamar NU di Jombang 27-31 Agustus nanti, sembari mempersiapkan agenda Seminar Korpus 5000 Tulisan Santri akhir September. Ini berarti akan menjadi yang kedua kalinya Bang Fachry hadir di acara duniasantri. Sebelumnya, pada 2021, Bang Fachry menjadi narasumber bedah buku “Negara Rasional” karya Dr Abdul Aziz. Ini artinya, duniasantri dan Bang Fachry Ali menjadi semakin akrab.
