Rahmat Nabi Muhammad
Kehadiran Nabi Muhammad adalah rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin). Kisah ini merepresentasikan betapa dahsyatnya pusaran rahmat sang Nabi.

Abu Lahab memerdekakan Tsuwaibah bukan atas dasar iman atau dakwah karena kala itu Muhammad belum diangkat menjadi nabi. Abu Lahab melakukannya murni sebagai manusia yang yang mengekspresikan kebahagiaan universal ketika salah satu dari keluarganya ada yang mendapat nikmat (lahirnya Muhammad).
Pelajaran terpentingnya adalah, jika rasa bahagia oleh seorang penentang atas hadirnya Nabi Muhammad saja mampu meringankan azab, sungguh tidak logis jika kita menganggap kebaikan-kebaikan yang kita lakukan menguap begitu saja.
Pada akhirnya, kisah Abu Lahab bukan sekadar lembaran sejarah klasik tentang seorang penentang dakwah, melainkan sebuah cermin teologis yang jernih. Kisah ini menegaskan bahwa di hadapan Tuhan yang maha adil, tidak ada kebaikan yang terlalu kecil untuk dihargai. Teruslah berbuat baik tanpa menghitung skala dan tanpa mencemaskan balasan manusia. Sebab, kebaikan yang tulus tak pernah hilang begitu saja tanpa bekas.
