Suasana semakin sakral ketika Muhammad Hanif Al-Husaini melantunkan ayat suci Al-Qur’an, kemudian seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Darul Ulum, dua lagu wajib yang selalu dikumandangkan pada setiap kegiatan resmi Pondok Pesantren Darul Ulum.
Seusai menyanyikan lagu Indonesia acara ini dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama dari Ketua Pelaksana Wahyu Nur Cahyo yang kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Kelas Akhir Rifqi Zakiyul Fuad.

Rifqi menyampaikan bahwa di manapun kita berada setelah boyong dari Ponpes Darul Ulum harus selalu menjaga akhlak. “Karena kalaupun sudah alumni, kita harus menjadi teladan di tengah masyarakat dan juga masih tetap membawa almamater Darul Uum dan para guru-guru, yakni para Masyayikh Pondok Pesantren Darul Ulum,” ujarnya.
Setelah sambutan perwakilan dari kelas akhir, acara dilanjutkan dengan sambutan Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum KH M Dzulfikar As’ad. Dalam sambutannya, Kiai Ufik, sapaannya, menyampaikan bahwa santri Darul Ulum senantiasa mengamalkan Istighotsah karena inilah yang menjadi ciri khas Darul Ulum. Juga diingatkan bahwa santri harus bermuhasabah, yakni mengoreksi setiap kekurangan sebagai santri.
Seusai sambutan tersebut, acara dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Mahalul Qiyam oleh tim banjari, kemudian diteruskan dengan Mauidhoh Hasanah oleh KH M Hamid Bishri. Kiai Mamik, panggilannya, mengajak para santri untuk mensyukuri nikmat Allah dengan meningkatkan ketakwaan serta meneladani Rasulullah SAW. Kiai Hamid juga mendoakan agar para santri menjadi pribadi yang bermanfaat di masyarakat.
