Jikalau merusak akal secara sempurna saja bisa dikenai diyat sebesar 100 ekor unta—atau setara dengan Rp 100 miliar, maka kerusakan psikis yang menghancurkan batin, kesadaran, dan kebebasan korban tentu tidak bisa dipandang sebagai luka yang remeh.
Jikalau merusak akal secara sempurna saja bisa dikenai diyat sebesar 100 ekor unta—atau setara dengan Rp 100 miliar, maka kerusakan psikis yang menghancurkan batin, kesadaran, dan kebebasan korban tentu tidak bisa dipandang sebagai luka yang remeh.
Yang kita ketahui, nampan adalah wadah untuk menyajikan makanan atau minuma...
Pada Juli 2026, jagat maya dihebohkan oleh sosok "Ustazah Nia Hajar" yang v...
Selama berabad-abad, kitab kuning menjadi jantung keilmuan pesantren. Ia di...
RAHASIA PEREMPUAN sunyi selalu menyembunyikan dirinya dalam tatap matamu me...
Wacana mengenai sifat-sifat Tuhan dalam agama-agama Abrahamik (Yudaisme, Kr...
Polemik sound horeg kembali hangat untuk diperbincangkan. Pasalnya, ada tig...