Mbah Nyai Khodijah, Pelopor Pesantren Perempuan

Pendidikan merupakan hak sekaligus kebutuhan bagi setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam Islam, menuntut ilmu menjadi kewajiban yang tidak dibatasi oleh jenis kelamin. Namun, pada masa lalu kesempatan perempuan untuk memperoleh pendidikan yang memadai tidak selalu mudah didapatkan.

Di tengah kondisi tersebut, hadir sosok perempuan tangguh yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan pendidikan Islam bagi kaum perempuan, yakni Mbah Nyai Khodijah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mbah Nyai Khodijah adalah istri KH Bisri Syansuri, ahli fikih dan salah satu ulama besar yang berperan penting dalam pendirian dan perkembangan Nahdlatul Ulama (NU). Bersama sang suami, Mbah Nyai Khodijah mendirikan pesantren putri pertama di Indonesia, yaitu Pondok Pesantren Putri Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, pada tahun 1919. Kiprah tersebut mengukuhkannya sebagai salah satu pelopor pendidikan pesantren putri di Indonesia.

Pada masa ketika pendidikan bagi perempuan masih dianggap tidak penting, Mbah Nyai Khodijah bersama KH Bisri Syansuri justru mengambil langkah yang berani dengan membuka akses pendidikan bagi kaum perempuan di Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.

Saat itu, masyarakat masih memandang perempuan sebagai kelompok yang berada di ranah domestik, sementara kesempatan memperoleh pendidikan lebih banyak diberikan kepada laki-laki atau kalangan tertentu. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Nyai Khodijah untuk memperjuangkan hak perempuan dalam memperoleh pendidikan agama.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan