Megengan, Poso, dan Corona

Selanjutnya, nafsu amarah. Nafsu ini disimbolkan dengan hati yang berwarna merah. Nafsu yang keluar dari telinga (pangrungu) ini berasal dari empedu, dan merupakan sumber dari emosi, iri hati serta angkara murka. Sedangkan, nafsu supiah (sufiyah) adalah nafsu yang menimbulkan berahi, kerinduan, keinginan, dan kesenangan. Nafsu yang disimbolkan dengan hati yang berwarna kuning ini bersumber dari limpa dan timbul melalui mata (paningal). Nafsu terakhir, yakni mutmainah (muthmainah) yang merupakan nafsu baik, berasal dari tulang dan ditamsilkan sebagai hati yang berwarna putih bersinar. Nafsu ini adalah sumber dari kebaikan, keutamaan dan keluhuran budi. Nafsu ini muncul melalui hidung.

Terminologi lain terkait nafsu yang juga masih terkait dengan paparan tersebut menyebutkan bahwa nafsu adalah babahan howo songo”. Songo artinya sembilan. Sehingga bisa diartikan bahwa nafsu kita berasal dan dari sembilan lubang yang melekat pada diri kita. Kesembilan lubang tersebut adalah, satu lubang mulut, dua lubang mata, dua lubang hidung, dua lubang pendengaran, dan dua lubang pengeluaran. Selain itu, di dalam dunia pewayangan, nafsu juga dipersonifikasikan dengan kelahiran Dosomuko, Kumbokarno, Sarpokenoko, dan Wibisono dengan karakternya masing-masing.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Saya kira semua sepakat bahwa manusia sudah terlampau jauh mengikuti nafsu. Hal ini bisa dengan mudah kita telaah dari bagaimana kita mengeksploitasi apa saja yang ada di permukaan dan di dalam Bumi. Lihat saja bagaimana jutaan pabrik dibangun asal-asalan. Bagaimana kemudian pabrik-pabrik tersebut setiap harinya memuntahkan limbah yang berbahaya bagi Bumi. Kita juga bisa lihat bagaimana tambang-tambang didirikan untuk, setiap detik, mengisap sari-sari Bumi. Kita juga bisa mengamati bagaimana hutan-hutan digunduli-ditelanjangi. Satwa dibunuh seolah yang boleh hidup di Bumi ini hanyalah manusia saja.

Manusia saat ini, para pelaku industri besar utamanya, seolah ditarik sekencang-kencangnya oleh kuda bernama aluwamah (lawwamah). Sebuah nafsu yang berasal dari perut, dan keluar lewat mulut. Nafsu yang membuat manusia selalu saja merasa “lapar dan haus” sehingga mereka merampas apa saja di depan mereka untuk mengisi “perut”. Perut mereka seolah terus merengek-rengek meminta untuk dimasuki lebih banyak dan lebih banyak lagi timbunan kekayaan dan materi.

Tinggalkan Balasan