Karena itu, cara kita untuk memahami sebuah bencana bukanlah persoalan kecil. Ketika masyarakat terlalu cepat percaya pada mitos, mereka bisa merasa sudah mengetahui penyebab bencana, padahal belum tentu demikian. Akibatnya, perhatian terhadap penelitian dan persiapan dini justru terabaikan.
Maka, ketika empat gunung api erupsi pada hari yang sama, kita tidak seharusnya terburu-buru menyimpulkan bahwa Bumi sedang murka terhadap penguasa. Yang lebih penting adalah mecari tahu apa yang sedang terjadi. Sebab, dari pengetahuan kita dapat belajar dan bersiap diri. Sedangkan, dari spekulasi kita hanya mendapatkan cerita.

Kita boleh mengambil pelajaran dari sebuah bencana, tetapi jangan sampai sebuah tafsir membuat kita berhenti mencari penjelasan.
Pada akhirnya, bencana seharusnya tidak membuat kita semakin mudah percaya, tetapi semakin ingin tahu. Sebab, memahami sebuah bencana dengan nalar bukan hanya soal mencari kebenaran, tetapi juga tentang bagaimana menyelamatkan manusia ketika bencana tersebut datang kembali.
