Agama dalam Ruang Gema
Secara sosiologis, digitalisasi agama di era AI justru sering kali tidak menciptakan harmoni, melainkan memperuncing polarisasi. Algoritma media sosial bekerja berdasarkan bias konfirmasi. Seseorang yang memiliki kecenderungan pemikiran eksklusif akan terus disuapi konten serupa oleh AI, menciptakan apa yang disebut Cass Sunstein sebagai echo chambers.

Data dari Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Indonesia tahun 2024-2025 menunjukkan bahwa meskipun skor kerukunan fisik cukup stabil, kerawanan di ruang digital meningkat tajam. Masyarakat pasca-manusia cenderung menjadi “hakim digital” yang reaktif. Nalar medsos yang instan membuat ruang dialog yang sejuk tergerus oleh kebencian yang terotomatisasi oleh bot. Agama yang seharusnya menjadi lem perekat sosial (social glue) justru berisiko menjadi alat pemecah belah (social wedge) yang digerakkan oleh mesin.
Politik dan Kapitalisme
Kita tidak boleh abai bahwa teknologi AI yang kita gunakan untuk beragama dimiliki oleh segelintir korporasi global. Menggunakan kacamata politik-ekonomi Shoshana Zuboff dalam The Age of Surveillance Capitalism (2019), ekspresi keagamaan kita hari ini telah menjadi komoditas. Setiap doa yang kita cari di Google, setiap video dakwah yang kita tonton di YouTube, menjadi data perilaku yang dijual untuk kepentingan iklan atau manipulasi politik.
Dalam konteks politik kepentingan, kesalehan digital sangat rentan dimanipulasi melalui computational propaganda. Di tahun-tahun politik, sentimen agama dapat “digoreng” oleh algoritma untuk memicu emosi massa. Di sini, keberagamaan manusia pasca-manusia bukan lagi didasari oleh ketulusan iman, melainkan oleh orkestrasi kepentingan yang bersembunyi di balik baris-baris kode pemrograman.
Filsuf kontemporer Byung-Chul Han dalam The Disappearance of Rituals (2020) memberikan peringatan keras. Baginya, digitalisasi menghilangkan aspek “lambat” dan “komunal” dari agama. Ritual agama membutuhkan kehadiran fisik dan keheningan, sesuatu yang sangat langka di era masyarakat pasca-manusia yang serba cepat dan bising.
