Pancasila dalam Ajaran Syekh Nawawi al-Bantani

Jadi? Pancasila di ajaran Syekh Nawawi al-Bantani itu bukan cocok-cocokan. Memang sudah terkandung dari hulunya. Beliau tidak pernah menyebut kata “Pancasila,” karena beliau wafat tahun 1897, jauh sebelum kata itu ada. Tapi nilai-nilainya? Sudah beliau ajarkan tiap hari lewat kitab, lewat akhlak, lewat cara beliau hidup.

Tulisan seperti ini penting untuk mengingatkan kita, jangan bertengkar soal Pancasila vs Islam. Sebab, ulama sekelas Syekh Nawawi al-Bantani saja mengajarkan bahwa dua-duanya bisa berjalan beriringan. Tauhid membuat kita tidak sombong, adab membuat kita tidak kejam, persatuan membuat kita tidak terpecah belah, musyawarah membuat kita tidak otoriter, dan keadilan membuat kita tidak tega sama yang lemah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Referensi:

Nawawi Al Bantani, Muhammad. Tafsir al-Munir li Ma’alim al-Tanzil. Juz 30, Surat al-Ikhlas. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 2004. Lihat pembahasan tentang makna tauhid dan sikap tasamuh.

Nawawi Al Bantani, Muhammad. Nashaih al-‘Ibad. Surabaya: Maktabah al-Huda, n.d. Bab tentang adab dan akhlak santri ke guru dan sesama.

Nawawi Al Bantani, Muhammad. Maraqi al-‘Ubudiyah, Syarh Bidayatul Hidayah. Semarang: Toha Putra, n.d. Bagian syarah tentang ukhuwwah dan adab pergaulan.

Nawawi Al Bantani, Muhammad. Mukaddimah Kasyifah al-Saja Syarh Safinah al-Naja. Banyak cetakan, lihat mukaddimah penulis tentang adab ilmiah dan sikap tawadhu.

Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana, 2004. Hal. 223-240 membahas peran Syekh Nawawi dan jaringan pesantren Nusantara.

Bruinessen, Martin van. Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat. Bandung: Mizan, 1999. Bab 3 membahas kurikulum pesantren dan dominasi kitab Syekh Nawawi.

Tinggalkan Balasan