PMII Unpam dan JDS Gelar Workshop Penulisan

Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ekonomi dan Bisnis Komisariat Universitas Pamulang (Unpam) menggelar Kelas Jurnalistik dan Penulisan Kreatif sebagai ruang belajar bagi mahasiswa yang ingin memperdalam kemampuan menulis. Kegiatan ini hasil kerja sama dengan jejaring duniasantri (JDS).

Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa pertemuan, dimulai pada 28 Februari 2026 di Kantor JDS Jalan Garuda, Kelapa Dua, Depok, dan dilanjutkan pada Kamis (5/3/2026) di Al-Zastrouw Library, Taman Serua, Depok. Kelas yang akan terus berkelanjutan ini terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang tertarik pada dunia kepenulisan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Program ini merupakan bagian dari diskusi rutin setiap Kamis sore yang diselenggarakan oleh PMII Rayon Fakultas Ekonomi Unpam. Dalam forum tersebut, para peserta tidak hanya mempelajari teknik penulisan jurnalistik, tetapi juga mendiskusikan pemikiran tokoh-tokoh penting, termasuk para pendiri PMII serta tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang pemikiran.

Tradisi diskusi semacam ini sejalan dengan semangat intelektual yang sejak awal dirawat dalam sejarah PMII. Organisasi mahasiswa ini tidak hanya menekankan aktivitas pergerakan, tetapi juga mendorong kadernya membangun tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis sebagai bagian dari proses pembentukan cara berpikir kritis.

Salah satu tokoh awal PMII yang menonjol dalam tradisi tersebut adalah Mahbub Djunaidi, Ketua Umum pertama PMII. Ia dikenal sebagai pendekar pena, jurnalis, sekaligus esais yang mendorong mahasiswa untuk berani berpikir merdeka dan menulis secara jujur. Melalui tulisan-tulisannya yang tajam, moderat, dan kerap dibumbui humor, Mahbub menunjukkan bahwa pena dapat menjadi alat penting untuk merawat nalar kritis sekaligus menyampaikan gagasan kepada masyarakat.

Gagasan serupa juga tercermin pada Subhan ZE, tokoh yang mendorong lahirnya PMII. Ia memandang mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam kehidupan publik. Karena itu, organisasi mahasiswa baginya harus menjadi ruang belajar untuk memahami realitas sosial sekaligus melatih kemampuan menyampaikan gagasan secara terbuka.

Pemikiran tersebut diperkuat oleh KH Said Budairy, salah satu perumus sejarah dan pemikiran awal PMII, yang menekankan pentingnya penguatan tradisi intelektual dalam gerakan mahasiswa. Baginya, kegiatan membaca, berdiskusi, dan menulis merupakan bagian penting dari proses kaderisasi yang membentuk sikap kritis dan tanggung jawab intelektual.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan