Tulisan kedua dari 9 pondok pesantren yang dijadikan percontohan pesantren mandiri oleh Kementerian Agama adalah Pondok Pesantren Al Amin Kota Dumai. Berkat budi daya jamur, pesantren ini tak hanya mampu menghidupi dirinya sendiri, tapi juga mendorong perkembangan perekonomian masyarakat setempat.
Pondok Pesantren Al Amin baru berdiri pada 2004. Meski begitu, ia tercatat sebagai pondok pesantren salafiyah pertama di Desa Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau. Pendirinya adalah KH Zainal Abidin. Pendirian pesantren ini bermula dari pengajian kecil (majlis taklim) dengan sistem khalaqah yang dirintis Kiai Zainal sejak tahun 2000.

Ketika jumlah santri dan jamaah yang mengikuti pengajiannya semakin banyak, Kiai Zainal mulai memunculkan ide mendirikan pondok pesantren. Ide tersebut langsung disambut oleh santri dan jamaahnya, dan memperoleh dukungan dari masyarakat setempat.
Awalnya, pada 2002, dibangun gedung madrasah ibtidaiyah (MI/) permanen yang berlokasi di kompleks pondok pesantren yang sekarang. Di gedung itulah dimulai pendidikan setingkat SD. Lalu, pada 2004 lembaga pondok pesantren diresmikan dengan nama Pondok Pesantren Al-Amin Dumai.
