PUNGKASAN

Mengingat impresi kala itu
Para  buyung bermain di ladang
Mencabik lemah, melempar batu
Menderu asik tanpa gawai baru.

Burit dulu terasa gayeng
Namun, bapak memanggil, “ados le.”
Seakan jisimku membeku
Pasrah tanpa kisruh
Lingsir tanpa longsor.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

DOA

Badan ini laksana barang baru
Segar, gagah, nikmat lesu.
Menelusur kitab di lemari debu,
Melantunkan ampunan deru
Menyuarakan harapan baru
Membaca doa di hari layu
Warsa yang dirindu.

Tinggalkan Balasan