Santri Berdikari, Santri Berkompetensi

Seperti yang ada dalam Al-Qur’an “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Nilai tersebut sejalan dengan semangat pendidikan pesantren agar tidak terlalu bergantung pada kekuatan orang lain. Berdikari ini adalah wujud dari pendidikan akhlak melalui ketulusan, kejujuran, dan tanggung jawab.

Namun pada praktiknya, alumni pesantren belum dipandang di masyarakat sebagai individu yang mampu bersaing dalam dunia kerja. Mereka masih dianggap harus berada di ruang pengabdian di bidang keagamaan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pandangan tersebut masih perlu diluruskan karena tidak mampu menjelaskan ruang. Sejarah mengatakan bahwa kaum santri sudah tampil sebagai pendidik, birokrat, akademisi, pengusaha, aktivis sosial, sampai pemimpin masyarakat. Alumni pesantren membuktikan bahwa ilmu agama mampu menjangkau luas di ruang sosial, bukan saja batasan pada ritus agama semata melainkan mampu di berbagai bidang kehidupan.

Di Indonesia, isu negatif pesantren semakin kuat disebarkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab dan semakin membuat pesantren terpojok oleh berita-berita buruk pesantren beberapa waktu terakhir. Tantangan yang dihadapi alumni pesantren semakin berat. Terkadang mereka harus menghilangkan latar belakang santrinya karena takut menyebabkan prespektif negatif baru. Di sinilah pentingnya santri mengubah pola komunkasi, ekonomi kreatif, dan membangun peluang usaha baru untuk dapat menghilangkan stigma buruk. Karena itu, penguaasaan teknologi, literasi digital, kemampuan berwirausaha, dan keterampilan komunikasi menjadi ujung tombak santri agar mampu berdikari.

Di sisi lain, pesantren memiliki modal sosial yang begitu besar untuk mampu mendorong almuni menjadi manusia mandiri. Dalam kehidupan pesantren yang kolektif, setiap santri memiliki relasi yang baik dengan santri lain. Kondisi ini dapat digunakan menjadi jejaring kolaborasi ketika mereka sudah lulus. Jejaring kolektif ini bukan saja menjadi wadah nostalgia, tetapu menjadi ruang untuk berbagi peluang kerja, membangun kerja sama, dan melakukan pemberdayaan untuk alumni pesantren.

Tinggalkan Balasan