Itulah, misalnya, yang terjadi pada Zinedine Zidane di partai final Piala Dunia 2006. Ia rela kehilangan apa yang diimpi-impikan semua pesepak bola dengan menanduk dada Marco Materazzi ketika ibu dan saudara perempuannya dilecehkan. Zidane diusir dari lapangan dan Prancis gagal menjuarai Piala Dunia. Zidane tak pernah menyesali perbuatannya —dan hanya meminta maaf kepada anak-anak karena telah mempertontonkan kekerasan di mata dunia.
Itu pula yang terjadi pada Will Smith. Ia rela kehilangan momen-momen berada di karpet merah ajang perhelatan Oscar yang diimpikan oleh semua aktor sejagat, dengan meninju Chris Rock di atas panggung. Saat itu, di panggung Oscar 2022, Chris Rock memang menjadikan Jada Pinkett, istri Will Smith, sebagai lelucon. Will Smith tak rela istrinya, ibu dari anak-anaknya, dipermalukan di mata dunia.

***
Hari-hari ini, ketika sorot mata dunia tertuju ke Indonesia karena sukses menggelar Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali, pelecehan terhadap martabat seorang ibu justru terjadi, di sini. Dari pemberitaan media kita tahu, Kharisma Jati, seorang komikus asal Yogyakarta, menjadikan foto Iriana yang berpose dengan Kim Keon Hee dijadikan bahan meme. Kita tahu, sebagai istri Presiden Joko Widodo, tentu Iriana berstatus sebagai Ibu Negara. Begitu juga dengan Kim Keon Hee, yang tak lain adalah Ibu Negara Korea Selatan.
Tak ada yang salah dengan pose dalam foto itu, seperti sesi foto-foto dengan tokoh-tokoh negara lain yang hadir di Bali. Menjadi masalah ketika foto itu dijadikan meme dengan narasi percakapan yang mengandung unsur penistaan lalu diunggah di media sosial. Hanya dialog sangat pendek seperti ini:
“Bi, tolong dibuatkan tamu kita minum.”
“Baik, Nyonya.”
