GEMERLAP BAJU BARU
Benderang pergulatan telah dimulai
setelah sebulan nafsu tertahan
gendang nafsu birahi mulai gemulai
semua beradu seakan ingin dapat pujian

Baju, sarung, seakan menjelma tuhan
dicari hingga titik penghabisan
sementara masjid dan surau kecil di desa
merana ketika menjelang hari raya
suasana nampak tiba-tiba sunyi
tidak seperti hari pertama kali
Sudahkah engkau berganti
dari usang warna menggerogoti
atau setia dengan pilihan pasti
meski roda zaman silih berganti
Cukup jangan sampai bumi menertawai
hari ini permulaan dari bulan suci
selama satu bulan jiwa menempa diri
dari hasutan setan dan godaan manusiawi
Lahaula wala quwata Illa Billah
Mari lindungi esensi kemenangan
dari beragam warna prilaku keburukan
sebab bara api akan terus berkobar
selama raga dan jiwa manut godaan
SYAIR KEMENANGAN
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Lailaha illallah Wallahu Akbar
Allahu Akbar walillahil hamdu
Gema takbir menghanyutkan raga
sanubari mengembang bak bunga mawar
harum meresap dalam hati terdalam
bersemayam tumbuh ria bermekaran
Hari ini mari kita damaikan raga
dengan hawa nafsu yang menjelma
haus, lapar, lesu, dahaga hanya bayangan
telah sirna seketika takbir berkumandang
lebur hancur bersama doa dan teriakan anak kadang bahagia dengan baju lebaran.
Hari kemenangan bentuk keberkahan
bukan kemewahan tiupan setan
mari dawamkan cerita ketika puasa
jangan punah ketika lebaran tiba.
MENYAMBUT LEBARAN
Hitungan hari mulai usang berjatuhan
bulan puasa pudar menggores kenangan
hanya senyum hilal selalu terbayang
ikhbar hari raya sangat mempesona
hingga disambut riuh suka cita jutaan manusia
Sementara di pelosok desa
