NYEKAR
Bubur bunga pandan wangi
Aroma kenangan mengingat pagi
Sosok almarhum seolah hadir kembali
Di antara doa yang lirih terucap diam

Langkah kaki perlahan mendekat
Tanah basah menyimpan riwayat
Nama-nama terukir di batu nisan
Menjadi saksi perjalanan kehidupan
Tradisi yang melekat di hati masyarakat
Lebaran tiba, ingatan pun mengikat
Sebelum bersilaturahmi pada yang hidup
Tak lupa nyekar menyapa yang telah luput
Tabur bunga jatuh satu per satu
Bersama doa yang mengalir syahdu
Air mata jatuh tanpa diminta
Rindu yang lama kembali menyapa
Di antara sunyi dan angin berembus
Terucap harap yang tak pernah putus
Semoga damai dalam pelukan-Nya
Di pertemukan kembali di surga-Nya
KEMBALI KE FITRAH
Langkah pagi terasa berbeda
Seolah dunia kembali muda
Dosa-dosa luruh perlahan
Bersama maaf yang saling diucapkan
Tangan saling berjabat erat
Mata berkaca menahan sesak
Menghapus luka yang sempat menetap
Tak ada lagi balas dendam tersisa
Tak ada lagi benci yang membara
Semua luluh dalam pelukan
Dalam hangatnya halal bihalal
Kita kembali seperti awal
Seperti bayi yang baru mengenal
Tanpa noda tanpa cela
Bersih dalam jiwa dan rasa
Tangisnya bukan lagi duka
Melainkan haru yang menyapa
Karena akhirnya kita sadar
Hati ini pernah begitu kotor dan liar
Di hari yang suci ini
Kita belajar menjadi diri
Yang sederhana dan penuh arti
Yang kembali pada fitrah sejati
Bukan pakaian yang membuat mulia
Bukan pula harta yang jadi ukuran
Melainkan hati yang telah memaafkan
Jiwa yang kembali dalam keikhlasan
SYUKURAN MELALUI OM KAOM
