Analisis Kepengarangan di duniasantri

Dulu, idenya muncul begitu saja. Kini, ide itu berkembang menjadi model yang tak biasa: duniasantri menjadi mesin kaderisasi penulis dari kalangan santri di Indonesia. Menjadi oase di tengah gurun dunia digital.

***

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Suatu hari beberapa tahun lalu, seorang santriwati dari Sumatera berkabar. Ia sedang menangis. Bukan lantaran sedih atau sakit hati diselingkuhi pacar. Ia menangis karena haru. Ia menangis sebab bahagia.

“Ternyata saya bisa menulis, Kak. Terima kasih tulisan saya telah dimuat,” katanya sambil mengguguk. Saat itu tulisan pertamanya baru dimuat di laman www.duniasantri.co, setelah tiga kali bolik-balik disetor, diberi catatan, direvisi, disetor lagi.

Itulah bagian kecil dari salah satu proses kepenulisan di duniasantri. Ia bukan menerima dan menerbitkan karya dari penulis-penulis yang sudah jadi, atau penulis-penulis yang sohor atau pengarang besar. Ia merayu, membujuk, “meracuni” orang-orang untuk menulis, untuk menjadi penulis, sampai karya mereka “jadi tulisan”.

Rupanya, proses itu juga terbaca ketika teknologi Large Language Model (LLM) dari ChatGPT melakukan analisis terhadap korpus 5.000 tulisan santri yang dirilis di web duniasantri.co, termasuk dan terutama untuk korpus yang ada pada rubrik Opini, Puisi, dan Cerpen. Ia menyebut pola kepenulisan di duniasantri sebagai long tail, berekor panjang. Artinya, satu penulis bisa berkarya dalam waktu panjang di situs ini. Selain itu, duniasantri juga disebut sebagai mesin kaderisasi penulis. Artinya, banyak bermunculan penulis baru dari situs ini.

Data apa yang dibaca ChatGPT sehingga bisa membuat kesimpulan seperti itu? Mari kita coba untuk mengulik datanya.

Afiliasi Penulis

Pada 26 Mei 2026, ketika duniasantri.co merilis naskah ke-5.000, jumlah akun penulisnya mencapai 3.736 dan jumlah naskah yang disubmit 9.530. Pada saat yang sama, jumlah tulisan untuk rubrik Opini, Cerpen, dan Puisi sebanyak 3.196 yang ditulis oleh 603 penulis. Data dari para penulis di tiga rubrik itulah yang kemudian dianalisis.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan