Ulama besar asal Banten, Syekh Nawawi al-Bantani, memang menghabiskan seluruh waktunya di Makkah. Hingga wafatnya pada 1898 atau 1899, pun jenazahnya dimakamkan di pemakaman Jannatul Mu’alla yang berada di Tanah Suci itu.
Namun, Syekh Nawawi al-Bantani memiliki peran sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan di Tanah Air yang saat itu dijajah Belanda. Tidak langsung melalui perjuangan secara fisik, melainkan lewat ajaran-ajaran dan spirit nasionalisme yang ditanamkan kepada murid-muridnya.

Terbukti, banyak murid Syekh Nawawi, ketika pulang ke Tanah Air, selain menjadi ulama, juga menjadi tokoh perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Mereka menjadi pejuang-pejuang kemerdekaan. Bahkan, beberapa di antaranya sudah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Di antara murid-murid Syekh Nawawi yang telah diberi gelar Pahlawan Nasional adalah KH Hasyim Asy’ari, Pendiri Nahdlatul Ulama (NU); KH Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah; KH Kholil al-Bangkalani, ulama besar dan pejuang asal Madura yang menjadi guru dari banyak pendiri pesantren di Nusantara; dan KH Raden Asnawi (Mbah Asnawi Kudus), tokoh penting Nahdlatul Ulama dan pejuang dari Kudus.
Selain itu, masih banyak murid Syekh Nawawi yang oleh sejarah dicatat sebagai pejuang kemerdekaan. Di antaranya Haji Tubagus (Tb.) Ismail/Ki Wasid, tokoh sentral dan panglima perang dalam Pemberontakan Petani Banten 1888 melawan penjajah Belanda. Ada juga KH Mas Abdurrahman, murid Syekh Nawawi sekaligus pendiri organisasi pendidikan Islam Mathla’ul Anwar yang berbasis di Banten, yang berjuang melalui jalur pendidikan dan pembinaan moral rakyat.
Untuk mengungkap bagaimana peran Syekh Nawawi menanamkan ajaran nasionalisme kepada murid-muridnya tersebut, jejaring duniasantri (JDS) bekerja sama dengan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Univertas Islam Negeri (UIN) Syekh Maulana Hasanuddin (SMH) Banten akan menggelar Studium General dan Bedah Buku bertema “Menghidupkan Api Nasionalisme Syekh Nawawi al-Bantani”. Acara tersebut akan dilaksanakan pada Kamis, 4 Juni 2026, bertempat di Aula FUDA UIN Banten di Kota Serang.
Studium General dan Bedah Buku ini menghadirkan lima narasumber. Mereka adalah Prof. Mufti Ali, Ph.D., Dr. Hj. Eva Syarifah Wardah, M.Hum, Dr. Muhamad Shofin Sugito, M.A, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, dan Sastrawan Jamal D. Rahman yang bukunya akan dibedah, Islam, Sastra, Pengetahuan. Acara ini akan dibuka oleh Rektor UIN Banten Prof. Dr. H. Muhammad Ishom. Sedangkan, yang akan menjadi keynote speaker adalah Dekan FUDA UIN Banten Dr. Masykur, S.Ag., M.Hum.
