Suasana Haru Warnai Perpisahan Santri Raudatur Rahmah

Suasana haru mewarnai acara perpisahan siswa dan siswi kelas akhir di Pondok Pesantren Raudatur Rahmah, Pragaan, Sumenep, Madura, Sabtu (27/6). Kebersamaan yang dirajut dengan pilar-pilar kasih sayang yang kuat selama bertahun-tahun, hari itu harus ditutup dengan kata “perpisahan”.

Robi, selaku perwakilan kelas akhir, tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan pesan-pesan terakhir di hadapan para guru dan orang tua yang turut hadir.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Acara yang berlangsung di halaman utama pondok pesantren ini dimulai dari pukul 20.00 hingga selesai pada pukul 23.30 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh dewan guru, wali santri, serta alumni dari berbagai angkatan.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudatur Rahmah, Kiai Masyhur, berpesan kepada para santri, khususnya kelas akhir, agar berusaha memelihara kesucian ilmu dan ketulusan yang telah diberikan oleh guru-guru mereka. Ia sangat berharap agar nilai-nilai tersebut benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

“Besar harapanku kepada anak-anakku sekalian, khususnya kelas akhir, agar kalian tumbuh dengan kematangan ilmu yang baik sehingga dengan ilmu tersebut kalian dapat memberikan kebermanfaatan bagi orang lain,” ujarnya.

Menurut Kiai Masyhur, salah satu bentuk kekuatan cinta yang sesungguhnya adalah ketika para santri Raudatur Rahmah mampu mengamalkan ilmunya meskipun sedikit. Baginya, semakin tinggi ilmu seseorang, ia dituntut untuk semakin tawadhu (rendah hati).

Ia tak henti-hentinya menekankan para santri untuk menjadi manusia yang berbudi luhur, lemah lembut, penuh kasih, dan membawa kesejukan bagi banyak orang.

Suasana haru semakin memuncak dan menyelimuti seluruh halaman pesantren saat memasuki prosesi mushafahah atau bersalaman untuk memohon rida dan maaf. Isak tangis dari para santri, dewan guru, hingga wali santri pecah ketika satu per satu santri kelas akhir mencium tangan para kiai dan guru mereka sebagai bentuk takzim dan perpisahan sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sementara itu, salah seorang perwakilan alumni yang hadir menyampaikan bahwa momentum lepas pisah ini bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan tonggak awal pembuktian bagi para santri di tengah masyarakat. Kehadiran ratusan alumni dari berbagai angkatan malam itu juga menjadi bukti nyata bahwa ikatan emosional dan pilar kekeluargaan yang diajarkan di Pondok Pesantren Raudatur Rahmah tidak pernah luntur oleh jarak dan waktu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah mendidik para santri dengan penuh cinta dan kesabaran. Tak lupa, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para wali santri dan alumni yang telah berpartisipasi membantu kelancaran acara ini. Semoga amal baik jenengan semua dibalas oleh Allah SWT,” katanya.

Tinggalkan Balasan