BAHASA KETIGA

MEREKA YANG BERBAHAYA

Orang-orang patah hati adalah penyair paling piawai. Kata-kata adalah satu-satunya pisau yang tidak membuat tangan berdarah atau begitulah kita berjanji pada diri sendiri, setiap kali mengasahnya lagi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mereka duduk di sudut-sudut jalan, meminum kopi dan membicarakan tentang hal-hal yang ada dalam mimpi dan buku puisi. Sekali-kali juga tidur di siang hari menikmati kebutaan sesaat sebelum malam terjadi.

2026.

 

TAKARIR 1

Aku tumbuh di antara dua bahasa dan tidak sempurna di keduanya. Di bahasa pertama aku terlalu kaku. Di bahasa kedua aku terlalu gagap. Di antara keduanya ada bagian dari aku yang tidak menemukan lanskap kata untuk menggambarkan dosa yang masuk surga.

Mungkin itulah kenapa aku menulis puisi, karena puisi adalah bahasa ketiga, yang tidak punya aturan ucap dan boleh tersendat. Asalkan dapat menampung hal-hal yang tidak muat, aku senantiasa membawany ke neraka dengan pahala.

2026.

 

TAKARIR 2

Bukan karena aku tidak melihatnya. Aku melihatnya.

Aku baca tiga kali. Aku balas dua kali. Aku hapus keduanya. Kadang ada hari ketika kata-kata terasa terlalu berat untuk dipindahkan dari kepala ke layar, dari satu bahasa ke lainnya. Ketika setiap kalimat yang aku susun terdengar rumpang atau tidak cukup atau terlalu lancang atau terlalu sopan, dan pilihan paling jujur adalah mengurungkan. Aku seharusnya bilang ini lebih awal. Atau sama sekali tidak perlu bilang jika kamu mengenalku dengan cara bertatapan.

2026.

 

TAKARIR 3

Kita tidak tahu itu percakapan terakhir. Kalau tahu, kita pasti bicara berbeda, lebihkan gula, lebihkan merica,

lebihkan sedikit tentang bumbu sederhana yang kita pikir selalu bisa menambah sedapnya.

Tapi tidak ada yang tahu. Jadi kita bicara tentang cuaca,

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan