Bu,
hingga sekarang pun
aku belum menceritakan beban remeh itu.
24 November 2025.

MENGETIK WAKTU DAN PUISI
aku tidak menulis namamu
aku mengetiknya
dengan jari yang tahu betul
di mana letak hurufnya
dengan telinga yang masih
ingat betul tiap kliknya
ketika kemarau tinta dan buku lebat menghijau,
ada kawanan burung riang berkicau.
gugur daun bahasa, gagal lahirkan buah cinta
gundulkan ranting doa, gandul aku di ujungnya!
segala diksi tumpah ruah
jadi doa!
jadi nada!
jadi kata!
jadi noda!
tertampah pada kita
aku sudah lama mengetik dirimu
ribuan arsip rapi tersimpan
diawetkan pada folder bejubelan
sebagaimana sejarah bahasa
menyatukan perbedaan bangsa
banyak kata merangkai ulang tubuh kita
mula-mula jadi macam suara
Hindia?
Bernadya?
Hal?
atau silampukau?
era peradaban lagu dan pembiakan lugu
berkejaran dengan waktu
aku terus mengetik tanpa henti
semua adalah maya, semua yang nyata
dimana aku merindumu di sebuah cerita
dimana kau mengenalku pandai berkisah
semua puisi bermimpi di negeri jauh sana
di mana aku menuju taman, dimana kamu hanya diam
semua cinta diketik dengan spasi
cukup longgar dan waktu akan bergetar
semua rindu di-klik satu kali
lebat perasaan dibalak liar
dari kanal-kanal sastra
hingga koran-koran jawa
buat kita jadi basa-basi
kadaluarsa dalam karya pak sapardi.
2026.
KOCOK DADU
Nasibmu satu.
Aku dua.
Keberuntungan berpetak-umpet di kepala.
Lempar dadu tidak seperti tendang bola.
2026.
