Guru tetaplah guru. Darinya melekat ilmu, dan karena ridanya ilmu tersebut bisa sampai kepada kita sebagai seorang murid. Maka jangan sampai berlaku pilah-pilih kepada guru yang telah mengajarkan suatu ilmu kepada kita.
Terima Kasih Kepada Guru

Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada para guru, meskipun tidak sebanding dengan pengorbanannya dalam mendidik. Namun, setidaknya sebagai seorang murid tetaplah berusaha untuk menyenangkan hati gurunya. Minimal kirimkan hadiah surat Al-Fatihah untuk para guru kita. Tawasul ini menjadi wasilah agar setiap murid dapat terhubung dengan gurunya dalam dimensi ruh yang tidak bisa ditangkap secara empiris.
Jika sudah dipastikan tidak terputus darinya doa-doa untuk para guru ngaji di kampung, jalinlah silaturahim secara langsung. Sempatkanlah untuk sowan ke rumah guru ngaji sebagai upaya untuk menyambung tali persaudaraan antara murid dengan guru. Satu lagi, jika bertemu guru ngaji kampung di jalan, jangan palingkan wajah seakan tidak melihatnya. Berhentilah sejenak untuk menyapa seraya mencium tangannya yang dulu pernah menuntun kita dalam setiap huruf demi huruf hingga sekarang menjadi fasih bacaan kita.
Sekali lagi, meskipun kita sudah memiliki banyak guru, namun jangan lupakan guru ngaji di kampung yang telah mengajari alifbata. Berkat beliaulah kita semua dapat menemukan guru-guru besar yang melanjutkan estafet pendidikan ruhani kepada kita. Untuk guru ngajiku di kampung, semoga keberkahan senantiasa tercurahkan kepadamu.
