Jurnalisme Ideologis Santri Siber

Tantangan Santri Siber

Sebagian pesantren kini memiliki laboratorium komputer dan santri dibebaskan menggunakan alat komunikasi. Dengan begitu penggunaan media sosial bukan lagi hambatan. Ada banyak peluang santri mengabarkan informasi penting tentang prestasi dan kontribusi sosial pesantren.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Satu-satunya yang kurang berkembang adalah keberpihakan ideologis para jurnalis santri. Dampaknya adalah media pesantren memang hidup namun tidak pernah duduk sejajar bersaing dengan media-media yang mendapat back-up atau dukungan korporasi. Masyarakat umum lebih mengenal media milik korporat daripada media pesantren.

Karena itulah, para santri siber perlu bersama-sama menggaungkan ekonomi politik berbasis keberkahan. Kita di pesantren dulu sudah terbiasa dengan konsep iuran dan donasi alumni. Bahkan beberapa santri yang lebih berpunya mewakafkan tanah dan gedung untuk kepentingan pendidikan pesantren. Perputaran ekonomi pesantren tidak semata-mata transaksi bisnis tetapi juga sebagai bentuk kontribusi spiritual.

Khazanah pesantren semacam itu akan berubah menjadi gelombang besar yang bisa menyaingi korporasi. Media pesantren bukan tidak mungkin bersaing dengan media milik korporat. Satu-satunya yang dibutuhkan adalah ideologi kolektif untuk menggerakkannya, membangun visi yang sama, dan keberpihakan kepada pesantren.

Pada kenyataannya, beberapa pesantren memang telah berhasil membangun ekonomi masyarakat, dengan menyelenggarakan pendidikan di setiap jenjang, layanan kesehatan, dan berbagai bisnis profitable lainnya. Satu-satunya yang belum nampak adalah korporasi pesantren yang bergerak di bidang media.

Tinggalkan Balasan