“Iya, sampean kok tahu?”
Si pedagang lampu itu langsung belingsatan. “Kenapa dari tadi tidak bilang-bilang kalau sampean itu Kiai Hasyim Muzadi. Kan, gak enak saya… malluuu…”

Mendengar jawaban itu, Kiai Hasyim kembali terdiam keheranan sambil menatap si pedagang lampu antik itu.
Kita tak tahu ending ceritanya bagaimana. Sebab, Kiai Hasyim hanya menaruh koma pada ceritanya tersebut.
Bisa jadi, si pedagang lampu itu akan buru-buru salaman dan mencium tangan Kiai Hayim, lalu dengan tergopoh-gopoh memasukkan barang tiga atau empat lampu gantung ke dalam mobil Kiai Hasyim. Dan, ketika Kiai Hasyim menegurnya, “Pak, saya kan cuma beli satu lampu,” si pedagang akan menjawab, “Semua saya amalkan, saya sedekahkan buat pondok Pak Kiai.”
Atau, bisa jadi, entah berapa tahun kemudian, Kiai Hasyim akan datang kembali ke toko lampu di Jalan Surabaya itu untuk membayar sisanya ketika lampu yang tergantung di rumahnya itu sudah terbilang benar-benar kuno. Wallahualam bishawab.
Catatan: Humor itu saya nukil dari kanal Youtube yang belum lama ini saya simak. Humor itu terselip dalam ceramah KH Hasyim Muzadi di Pondok Modern Gontor pada 2016, setahun sebelum beliau wafat pada 16 Maret 2017 wafat. Al-Fatihah…
