MUSIM TIDAK LAGI PULANG
Padi yang sempat hijau
Eskavator mengunyah pagi
Nuri paruh coklat migrasi ke tiang listrik
Bau anyir sungai halaman rumahku
“Apa betul hutan seluas cerita kakek”

Biung bergeming
Angin meliak-liuk menyisir batang tumbang
Tiba gelap gulita
Mendung singgah sebentar di pelataran rumah
Di sudut kafe pohon plastik terpajang
Sementara rusa menabrak jalan
Tempat tidurnya jadi jalan aspal
TANGISAN PERTAMA
