Dalam perspektif sosial, masyarakat adat bukanlah kelompok yang menolak pembangunan. Mereka pada dasarnya menginginkan pembangunan yang tetap menghormati hak-hak budaya, lingkungan, dan keberlangsungan hidup komunitas mereka. Oleh sebab itu, dialog antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat adat menjadi hal penting agar pembangunan tidak menimbulkan konflik sosial berkepanjangan.
Tidak Perlu Berlebihan

Respons terhadap film Pesta Babi menunjukkan bahwa ruang demokrasi di Indonesia masih menghadapi tantangan. Pembubaran kegiatan nonton bareng dan diskusi film oleh pihak tertentu menimbulkan kesan bahwa kritik sosial dianggap sebagai ancaman. Padahal, karya seni dan dokumenter justru dapat menjadi sarana pendidikan publik dan refleksi sosial.
Tindakan pembubaran terhadap kegiatan diskusi atau pemutaran film dapat dipandang sebagai bentuk pembatasan kebebasan berekspresi. Dalam masyarakat demokratis, perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog dan argumentasi, bukan intimidasi atau pelarangan sepihak (Reddit).
Selain itu, tindakan represif justru sering memunculkan efek sebaliknya, yaitu meningkatnya rasa penasaran masyarakat terhadap karya yang dibatasi. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan dialogis lebih efektif dibandingkan tindakan yang berlebihan. Aksi anarkisme terhadap sebuah karya seni bukan sebuah solusi. Tetapi hal itu telah menciderai nilai sosial dan seni itu sendiri.
Kegiatan nonton bareng dan diskusi akademik seharusnya dipandang sebagai bagian dari tradisi intelektual dan demokrasi. Kampus, komunitas, maupun ruang publik perlu tetap menjadi tempat aman bagi pertukaran gagasan secara terbuka dan damai. Selama tidak mengandung unsur kekerasan atau pelanggaran hukum, masyarakat memiliki hak untuk menonton, mendiskusikan, maupun mengkritisi sebuah karya film.
Film Pesta Babi merupakan dokumenter yang tidak hanya menghadirkan cerita tentang Papua, tetapi juga membuka diskusi mengenai kebebasan berekspresi, hak masyarakat adat, dan demokrasi di Indonesia. Sebagai karya dokumenter investigatif, film ini memperlihatkan bagaimana pembangunan dapat membawa dampak sosial bagi kelompok masyarakat tertentu.
Kebebasan berkarya dan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang perlu dihormati. Perbedaan pandangan terhadap sebuah karya seyogianya direspons melalui dialog dan kritik yang sehat, bukan dengan tindakan pembubaran atau intimidasi. Dengan demikian, masyarakat dapat membangun budaya demokrasi yang lebih dewasa, terbuka, dan menghargai keberagaman pandangan. Wallahu A’lam!
