MAAF DAN HARAP DALAM GEMA TAKBIR
Baju baru dan rapi membalut tubuh yang tak luput dari dosa.
Takbir bergema, menggetarkan jiwa di seluruh penjuru dunia.
Para insan melangkah dengan pasti, menyusuri jejak yang penuh harapan ini.
Mentari pagi tersenyum begitu hangat, menyambut hari yang kembali fitrah lagi.

Kepada Sang Penakluk semesta, aku bersimpuh dan berkata;
“maaf…”
Dan lewat semilir angin yang mengalun lembut, kutitipkan sebuah doa; semoga
JEJAK DOSA DAN CAHAYA
Di bawah naungan rumah-Mu,
kitab-kitab suci berbaris dalam hening.
Lantunan syair Ilahi berkumandang,
